Jandasex com

11-Oct-2017 15:30 by 4 Comments

Jandasex com

Seperti hari Senin pada umumnya bis kota terasa sulit. Akhirnya Mamah menjerit lagi pertanda klimaks telah dicapai.

Mungkin ia tahu kalau aku terpesona dengan gunung gemburnya. Mamah langsung mendekapku erat-erat sambil berbisik, “Mas.. Mamah tiba-tiba badannya mengejang, kulihat matanya putih, “Aduuh.. Setiap kali gerakan ini kulakukan, dia langsung teriak, “Enak.. terus..” begitu sambil tangannya mencengkeram bantal dan memejamkan mata. Mamah keluar lagi niikh..” teriaknya yang kusambut dengan mempercepat kocokanku. Akhirnya aku putuskan untuk terus mempercepat kocokanku agar ronde satu ini segera berakhir.

Senang, takut (kalau-kalau ada yang lihat) terus berganti. Aku hentikan sementara tarik-tusukku dan kurasakan pijatan otot vaginanya mengurut ujung burungku, sementara kuperhatikan Mamah merasakan hal yang sama, bahkan tampak seperti orang menggigil.

Tiba-tiba terdengar suara tanda kamar mandi dibuka. Kini tampak di hadapanku pemandangan yang menggetarkan jiwaku. Tampak jelas di dalamnya BH hitam yang tak mampu menampung isinya, sehingga dua gundukan besar dan kenyal itu membentuk lipatan di tengahnya. Setelah nafasnya tampak tenang, kucabut burungku dari vaginanya, kuambil celana dalamnya yang ada di sisi ranjang, kulap burungku, juga bibir vaginanya. Kembali kuulangi kenikmatan tusuk-tarik, kadang aku agak meninggikan posisiku sehingga burungku menggesek-gesek dinding atas vaginanya.

Setelah hampir satu jam berlari ke sana ke mari, akhirnya aku mendapatkan bis. Belum sempat aku buka mulut, ia sudah melanjutkan pembicaraan, “Kerja dimana Mas? Obrolan terus berlanjut sambil sesekali aku perhatikan wajahnya. Sedangkan Mamah sebaliknya, dia leluasa menggerakkan pantat sesuai keinginannya. Setiap kali aku tekan mulutnya berbunyi, “Uhgh..” Lama-lama kepala batanganku terasa berdenyut.

Dengan nafas ngos-ngosan dan mata kesana kemari, akhirnya aku mendapat tempat duduk di bangku dua yang sudah terisi seorang wanita. Bibirnya tipis, pipinya halus, dan rambutnya berombak. Adegan aku di bawah ini berlangsung kurang lebih 30 menit. Sebagai penutup, setelah klimaks dua kali dan tampak kelelahan dengan keringat sekujur tubuhnya, lalu aku rebahkan dia dengan mencopot burungku.

Ketika jari tengahku mulai masuk, Mamah mengaduh, “Mas..

“Aaauh..” menandai klimaksnya, dan kubalas dengan genjotan penutup yang lebih kuat merapat di bibir vagina, “Crot.. Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi, meski aku tahu alamatnya.

Ia lalu mendekat ke ranjang, melatakkan kedua tangannya ke kasur, mendekatkan mukanya ke mukaku, “Mas..” katanya tanpa melanjutkan kata-katanya, ia merebahkan badan di bantal yang sudah kusiapkan. geli Mas, enak Mas..” Sambil membelai rambutnya yang sebahu dan harum, kuteruskan elusanku ke bawah, ke tali BH hingga ke pantatnya yang bahenol, naik-turun. Kupandangi lipatan dua gunung yang menggumpal di dadanya. sakit..” Kutarik mundur sedikit lagi, kumasukkan lebih dalam, akhirnya.. Tekan, tarik, posisi pantatku kadang naik kadang turun dengan tujuan agar semua dinding vaginanya tersentung barangku yang masih keras.

Aku yang sudah menahan nafsu sejak tadi, langsung mendekatkan bibirku ke bibirnya. Cuma kita berdua,” kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya. Setelah puas dengan leher dan kuping kanannya, kepalanya kuangkat dan kupindahkan ke dada kiriku. Sengaja aku belum melepas BH, karena aku sangat menikmati wanita yang ber-BH hitam, apalagi susunya besar dan keras seperti ini. ” pintanya setengah memaksa, karena kini batangku sudah dalam genggamannya dan dia menariknya ke arah vagina.

Kudekap erat dan kuelus punggungnya terasa halus dan harum. “Coba aku lihat sayang..” Kataku memindahkan kedua tangannya sehingga BH jatuh, dan mataku terpana melihat susu yang kencang dan besar. susumu bagus sekali, aku sukaa banget,” pujiku sambil mengelus susu besar menantang itu. Pertimbanganku, aku akan kasih servis yang tidak terburu-buru, benar-benar kunikmati dengan tujuan agar Mamah punya kesan berbeda dengan yang pernah dialaminya. Mamah sudah telanjang bulat, kedua pahanya dirapatkan. Kupikir dia sama saja denganku, pengalaman pertama dengan orang lain. Berarti di hadapanku bukan perempuan nakal apalagi profesional. Mungkin terbiasa dengan suami hanya melakukan apa yang diperintahkan saja).

Posisi ini kami hentikan atas inisiatifku, karena aku tidak terbiasa ciuman lama seperti ini tanpa dilepas sekalipun. Aku melepas bajuku, takut kusut atau terkena lipstik. Kini jari tengahku mulai mengelus perlahan, turun-naik di bibir vaginanya. Kurasakan di sana sudah mulai basah meski belum becek sekali.

Kuhempaskan pantat dan kubuang nafas pertanda kelegaanku mendapatkan tempat duduk, setelah sebelumnya aku menganggukkan kepala pada teman dudukku. Sedikit ke bawah, dadanya tampak menonjol, kenyal menantang. Kuperhatikan jarinya yang sedang memegang tempat duduk di depan kami, lentik, bersih terawat dan tidak ada yang dibiarkan tumbuh panjang. crot..” maniku menyemprot beberapa kali, terasa penuh vaginanya dengan maniku dan cairannya. Aku baru sekali ini ngrasain begini,” katanya terus terang. Setelah kami masing-masing melap “barang”, kumasukkan senjataku ke liang kenikmatannya. Pantatnya persis di bibir ranjang dan kedua kakinya di pundakku. Makin lama makin cepat, lalu perlahan lagi sambil aku ambil nafas, lalu cepat lagi.

  1. Free adult cams and chat 08-Apr-2017 05:54

    Leave a message and your contact information in one of five languages (English, Korean, Spanish, Russian or Tagalog).

  2. Online chat for fucking in dubai 14-Apr-2017 14:45

    For many years the telegraph, and later the telephone, industries were the only consumers of batteries in modest volumes and it wasn't until the twentieth century that new applications created the demand that made the battery a commodity item. The use of bronze for tools and weapons gradually spread to the rest of the World until it was eventually superceded by the much harder iron.

  3. Filthy free sex dating uk 09-Aug-2017 06:59

    Abortion providers familiar with the document worry that, for each of the women who ultimately receive the care they desire, countless more may be too intimidated to try.